Hati burung dikenal lemah lembut, sangat tinggi tawakkalnya dan rasa takutnya pada Allah. Inilah hati yang dikatakan sebagai hati penduduk surga.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ
“Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim no. 2840).
Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah hati mereka yang dikatakan masuk surga itu adalah hati yang lemah lembut. Ada pula yang menyebutkan bahwa hati burung itu penuh rasa takut dan khawatir. Karena memang demikianlah keadaan burung yang penuh rasa khawatir dan takut. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hati burung itu penuh rasa tawakkal, yaitu selalu bergantung pada Allah. Demikian beragam pendapat yang disebutkan oleh Imam Nawawirahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim, 17: 177.
Mengenai orang yang punya rasa takut yang tinggi pada Allah, itulah yang disebutkan dalam ayat surat Fathir berikut,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّه مِنْ عِبَاده الْعُلَمَاء
“Sesungguhnya yang paling takut pada Allah adalah ulama.” (QS. Fathir: 28).
Begitu pula hati yang penuh tawakkal digambar dengan keadaan burung pada hadits lainnya. Dari ‘Umar bin Khottob, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi no. 2344. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Hadits ini sekaligus menunjukkan bahwa yang disebut tawakkal berarti melakukan usaha, bukan hanya sekedar menyandarkan hati pada Allah. Karena burung saja pergi di pagi hari untuk mengais rezeki. Maka tentu manusia yang berakal tentu melakukan usaha, bukan hanya bertopang dagu menunggu rezeki turun dari langit.
Sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah ketika membahas ‘tidaklah hewan melata di muka bumi melainkan Allah yang beri rezeki’, lantas beliau berkata, “Bukanlah yang dimaksud meninggalkan sebab lalu berpangku tangan pada makhluk lain supaya bisa mendapatkan rezeki. Sikap malas-malasan seperti ini yang enggan berusaha bertolak belakang dengan maksud tawakkal. Imam Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang cuma mau duduk-duduk saja di rumahnya atau hanya berdiam di masjid, ia berkata, “Aku tidak mau bekerja sedikit pun dan hanya mau menunggu sampai rezekiku datang.” Imam Ahmad pun berkata, “Orang ini benar-benar bodoh. Padahal Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda -sebagaimana hadits burung di atas-. Disebutkan bahwa burung saja bekerja dengan berangkat di pagi hari. Para sahabat Nabi yang mulia pun berdagang dan bekerja dengan hasil kurma mereka. Merekalah sebaik-baik teladan.” (Fathul Bari, 11: 306).
Demikian sedikit faedah di pagi ini yang bisa Rumaysho.Com haturkan di tengah-tengah pembaca. Moga Allah menjadikan hati kita penuh tawakkal, lemah lembut dan rasa takut pada-Nya.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
—
Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
Rabu, 12 Agustus 2020
MILIKILAH HATI SEPERTI BURUNG
Senin, 27 Juli 2020
2707, "F" Day : The Forgotten Day
Bismillaah,
Hari yang luamayan berat.....,namun tetap tersenyum dan memuja-muji Pencipta hari ini...Allaah azza wa jalla..subhaanahu wata'ala
Alhamdulillaah'alaa kulli haal
( Segala puji bagi Allaah dalam setiap keadaan...baik itu senang, susah, sehat, sakit, harta dan kemiskinan)
Alhamdulillaah alladzie bini'matihii tattimush shoolihaat...Yang telah memberi kehidupan pada hamba..memberi ujian hidup tentang kesenangan...kesusahan....dan tentang semuanya yang sudah terjadi...
Hanya kepada Engkau hamba meminta di sayangi..., hamba takut jika Engkau berhenti menyayangi hamba...itu yang paling hamba takuti dalam mengarungi hidup ini...takut kehilangan Cinta dan Kasih Sayang-MU ya Allaah..., Rahmatilah hamba selalu....,
buat hamba Ikhlash dan ridho selalu atas semua takdir-MU untuk hamba..
buat hamba istiqomah dijalan-Mu dan Qonaah atas semua ketentuan-MU...,
Laa hawla wa laa quwwata illlah billahil aliyyil adzhiem (Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allaah Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi) HR.Muslim
Hasbunallaah wa nikmal wakil nikmal maula wa nikman natsir (Cukuplah Allaah menjadi penolong kami, dan sebaik-baik Pelindung (Ali Imron 173)
inspired of life
Sabtu, 18 Juli 2020
RENUNGAN : BERAPA USIAMU SEKARANG ?
~ 40 th = PERINGATAN...❗
~ 60/70 th = HAMPIR FINISH...❗*
Saudaraku… Umur adalah Nikmat Allah Ta'ala yang sangat besar… Modal untuk seluruh amal dan kebaikan… Kalau sudah tutup umur maka tidak ada lagi cerita amal… Sayang… Kesempatan emas ini berjalan sangat cepat dan singkat… 60 / 70 tahun itulah kesempatan maximum yang diberikan… 🟢
*15 – 35 th…* Masa gagah... Jangan disia-siakan… 🟡
*40 – 55 th…* Masa peringatan, umur yang tersisa lebih sedikit dari pada yang telah berlalu, Maka Akhirat harus lebih diutamakan…
🔴 *60 – 79 th…*
Mendekati Finish, sudah sangat senja… in syaa Allah tidak lama lagi terbenam… Segera berbenah untuk meninggalkan dunia dengan fokus mensucikan diri dan menambah amal…
⭕ *BILA SUDAH SAMPAI 40 TH… INILAH NASIHAT ALLAH UNTUKNYA*
(وحَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ) _
“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”._ 📖 [Surat Al-Ahqaf : 15] 🛑
*BILA SUDAH SAMPAI 60 / 70 TH… INILAH PERINGATAN ROSUL UNTUK-NYA*
لقدْ أعْذَرَ اللهُ إلى عبدٍ أحْياهُ حتى بَلغَ سِتِّينَ أو سَبعينَ سنةً ، لقدْ أعْذَرَ اللهُ إِليهِ
_“Sungguh Allah telah memberikan udzur dan kesempatan kepada hamba-Nya yang telah dihidupkan (dipanjangkan umur) sampai 60 / 70 th… Sungguh Allah telah memberikan udzur kepadanya..._ 📖 [Shahihul Jami’. No 5118] *☆》*
Maksudnya,... Allah telah cukup memberikan kepadanya kesempatan untuk beramal dengan umur yang panjang,... Bila di usia itu masih belum kembali ke jalan Allah… Biasanya sampai matinya tidak kembali... Dan dia dihinakan Allah sampai akhir hayatnya dan menutup umurnya dengan su'ul khatimah,... (Na'udzu billah) 🍂
Saudaraku,… Tidak ada yang tahu kapan Kesempatan emas ini usai... Maka bersegeralah berbekal dengan mensucikan diri dan beramal shalih... Semoga bermanfa'at,… ✒
Ustadz Abu Ismail Fahruddin Nu'man al-Bantani, Lc حفظه الله تعالى _(Pimpinan Ma’had Riyadhusshalihiin, Pandeglang - Banten)_ ----
🌾🐝 WAG MT. An Nahl _≈ Istiqomah, berilmu, dan beramal di atas sunnah ≈_
Kamis, 16 Juli 2020
APA YANG DIMAKSUD CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH
📚 *APA YANG DIMAKSUD CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH*❓
❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
💫 Keimanan dan ketakwaan adalah dasar utama dalam kecintaan dan loyalitas, inilah yang dimaksud cinta karena Allah tabaraka wa ta’ala, maka semakin beriman seseorang dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala; harus semakin dicintai dan dimuliakan, inilah ikatan iman yang paling kuat.
💫 Adapun kecintaan dan loyalitas yang dibangun di atas dasar kelompok dan golongan, dan menafikkan atau tidak mengutamakan keimanan dan ketakwaan, maka itulah hizbiyyah jahiliyyah.
💎 Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْمُوَالَاةُ فِي اللهِ، وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ، وَالْحُبُّ فِي اللهِ، وَالْبُغْضُ فِي اللهِ
_“Ikatan iman yang paling kuat adalah bersikap loyal karena Allah dan memusuhi karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah.”_
📚 [HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas radhiyllahu ’anhuma, Ash-Shahihah: 998]
💎 Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ، وَأَعْطَى لِلَّهِ، وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ
_“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan karena Allah, maka dia telah menyempurnakan keimanan.”_
📚 [HR. Abu Daud dari Abu Umamah radhiyallahu ’anhu, Ash-Shahihah: 380]
✏️ *TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM KECINTAAN DAN KEBENCIAN*
Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa manusia terbagi tiga dalam hal kecintaan dan kebencian kepada mereka:
➡️1) Golongan yang kita cintai sepenuhnya, yaitu para nabi dan rasul serta seluruh pengikut mereka dengan baik.
➡️2) Golongan yang kita cintai di satu sisi dan kita benci dari sisi yang lain, yaitu kaum mukminin yang melakukan dosa-dosa dan bid’ah-bid’ah.
➡️3) Golongan yang kita benci sepenuhnya, yaitu orang-orang kafir dan musyrik.
✏️ Inilah yang dimaksud cinta dan benci karena Allah subhanahu wa ta’ala.
📕 [Disadur dari buku TAUHID, PILAR UTAMA MEMBANGUN NEGERI, Cet. Ke 2 1437 H, karya Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah]
🌍 Sumber : https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/768919443257540:0
✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com
📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📮CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
🌐 https://t.me/MuliaDenganSunnah
🔄 https://t.me/RisalahSunnah
👥 https://bit.ly/JoinGrupKami
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
💠️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp
📱 Admin : 081381173870
Rabu, 15 Juli 2020
KETIDAK-TETAP-AN MASA
🎋 Fawaid edisi khusus
🍒
*Ketidak-tetap-an masa* (seorang muslim menyikapi perubahan hidup dan kehidupan).
Oleh: Ustad abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.
Allah subhanahu wa taala berfirman,
و تلك الأيام نداولها بين الناس.
_Dan demikianlah hari hari itu Kami pergilirkan di antara manusia._ Qs 3 Ali Imran ayat 140.
Di sebutkan dalam sebuah syair: Jangan bersedih, kehidupan ini pendek, Anggap lah ringan berbagaoi peristiwa yang menghawatirkan dan tenanglah# Jika sesuatu yang tidak mampu kalian menolak nya datang, Maka, janganlah bersedih terhadap apa yang di taqdir kan Allah dan bersabarlah# Tidaklah kalian melihat, bahwa mencela itu manfaatnya sedikit, Ketika sesuatu itu hilang dan pergi# Maka, hal itu meninggalkan tangisan dan penyesalan, Kemudian, tidak mengubah sedikitpun selain apa yang telah di taqdirkan#. Jamharah asy syair Arab 357.
Kata: 'Perpisahan', 'kehilangan', 'kesedihan', 'kegagalan', 'penolakan', 'kerugian', adalah contoh kata yang tidak pernah di senangi oleh manusia. Manusia secara asal, selalu menginginkan kebaikan, kesentosaan, kebahagiaan dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Namun, pertanyaan nya: Adakah dalam kehidupan ini yang tetap ?. Jawab : tidak ada. Demikianlah kehidupan, mengajarkan kepada kita, tidak ada yang akan pernah tetap dalam satu kondisi. Allah subhanahu wa taala telah menetapkan bahwa 'hari' itu, Allah pergilirkan di antara manusia. Sedih gembira, bersama berpisah, untung rugi, sejahtera nestapa, mendapat atau kehilangan, semua itu hal yang lumrah dan menjadi ketetapan. Semua ini, tidak lain adalah sebagai sebuah pelajaran, pengokohan hati, pelipur lara dan nestapa, serta memberikan pengajaran agar seorang bisa tegar dan tidak mudah bersedih atas kondisi yang menimpanya serta menjadikan setiap hamba 'dewasa' dengan perjalanan waktu. Tidaklah engkau melihat, yang tidak berubah dari ciptaan Allah itu hanya taqdir itu sendiri dan kehidupan akhirat?. Lihatlah engkau, akan perjalanan Nabi kita shalallahu alaihi wa salam, Ketika Allah subhanahu wa taala berfirman kepada beliau, menjelaskan kondisi awal beliau,
ا لم يجد ك يتماً فآؤى
_Bukan kah Dia (Allah) telah mendapatimu dalam kondisi yatim, kemudian Dia mengambil sendiri pemeliharaan dirimu_. Qs 93 ad Dhuha ayat 6.
Yakni, Allah menangung penghidupan mu sendiri, menjaga dan memelihara mu dari bahaya. Lihatlah, bagaimana beliau lahir dalam kondisi yatim, tidak memiliki sosok orang tua sebagai sandaran, penopang dan tempat berlindung, Namun Allah ingin menunjukkan kuasa Nya pada hamba pilihan Nya ini, shalallahu alaihi wa salam, Allah mengambil pengasuhan, penjagaan dan pertolongan baginya sendiri, Tidak hanya itu, apa yang telah di lalui Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam kehidupan beliau, menjadikan beliau seorang yang kuat, tidak mudah putus asa, memiliki keyakinan kuat, dan tawakkal yang tinggi, dan tidak menyerah dengan perubahan perubahan masa. Demikian juga dalam kehidupan Nabi Nabi terdahulu, alaihimus salam. Inilah Musa alaihi salam, Ketika ibunya menghawatirkan akan keselamatan putranya, tidak ada jalan lain, kecintaan kepada putranya ini, dengan segala keterpaksaan menjadikan nya "berpisah", dan ia tidak mengetahui kapan 'kebersamaan' dengan putranya ini akan terjadi, Demikianlah Allah tidak ingin menjadikan kesedihan hamba wanita Nya ini (ibu Musa) berkelanjutan, serta melalui kenestaapaan yang tiada akhir, Allah subhanahu wa taala menjelaskan kondisi mengharukan ini dengan firman Nya,
و اوحينا الى أم موسى أن ارضعيه فاذا خفت عليه فالقيه في اليم و لا تخافي و لا تحزني إنا رادوه إليك و جاعلوه من المرسلين. _
Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa,
hendaknya engkau menyusui nya, maka bila engkau merasa khawatir terhadap keselamatan nya, hendaknya engkau menghanyutkannya kedalam sungai, dan janganlah engkau takut dan bersedih, *sesungguhnya Kami akan mengembalikan nya kepadamu*, dan menjadikan nya seorang Rasul_. Qs 28 Al qoshshas ayat 7.
Inilah Yusuf bin Ya'kub alaihimus salam, ketika ia di pisahkan dari cinta kasih orang tuanya oleh orang terdekatnya (saudara saudara nya sendiri), di masukan ke dalam sumur untuk niat di bunuh, di ambil oleh pedagang untuk di jual sebagai budak, di jauhkan dari tanah kelahirannya, Tidak selesai ujian bertubi itu, Kemudian ia di besarkan di istana Mesir sebagai pelayan, di goda wanita, di fitnah dengan tuduhan perselingkuhan dan perbuatan keji, masuk penjara tanpa kesalahan. Adakah di antara kita, yang kira kira kuat dengan ujian bertubi semacam itu?. Namun, Allah tidak akan membiarkan semua itu berkelanjutan, hari pasti berubah menjadi lebih baik bagi orang orang yang bertaqwa dan bersabar,
و قال يا ابت هذا تاويل رءياي من قبل قد جعلها ربي حقا و قد احسن بي إذ اخرجني من السجن و جاءبكم من البدو من بعد أن نزع الشيطان بين و بين اخواتي إن ربي لطيف لما يشاء. _
Dan berkatalah Yusuf, wahai bapakku, inilah adalah tawil mimpiku yang dahulu itu, dan sungguh Rabbku telah menjadikan kenyataan, dan sungguh Dia telah berbuat kebaikan kepada ku, ketika ia mengeluarkan aku dari penjara, dan mendatangkan kalian kepadaku dari dusun Badui, setelah setan merusak hubungan baik antara aku dan saudara saudara ku, sesungguhnya Rabbku maha lembut terhadap siapa yang Dia kehendaki._ Qs 12 Yusuf ayat 100.
Dari kisah Yusuf ini adalah kita ambil pelajaran, Bahwa kesedihan akan menjadi kebahagiaan. Perpisahan akan berganti pertemuan. Hutang akan di bayar. Kezaliman akan di ganti, bagi mereka yang sabar dan bertaqwa. Baik, ada sebuah pertanyaan. Itu kehidupan para Nabi dan Rasul, dapatkan anda memberi contoh aplikatif dalam kehidupan kita. Baik, saya (abu abd rahman) akan memberikan contoh nyata dari yang kita lihat: - seorang bayi, sebagai orang tua, kita ingin agar anak kita dalam kondisi bayi, lucu dan menggemaskan. Namun, tidak mungkin bayi tetap dengan kondisi ke-bayi-an nya, harus ada pertumbuhan, yang dengannya memperkuat tubuhnya, tumbuhnya imunitas, dan pertumbuhan untuk dewasa dan menjalani kehidupan normal. Tidak bisa, kita membayangkan anak kita, terus bayi (tidak ada perubahan) dengan segala kelucuannya, tentu ini berbahaya bagi dirinya dan orang tua. - kita, membayangkan dunia ini terus dalam kondisi pagi yang cerah, dan kita menikmati pagi yang segar, kita berharap, tidak ada siang yang panas, atau malam yang gelap menakutkan, Namun, hari harus berjalan, kehidupan harus berputar, siang untuk berkerja, dan malam untuk beristirahat. Dan wajib adanya pergantian masa dan waktu. - kita berharap, kita berkumpul dengan keluarga, menjadi keluarga yang utuh, tidak di pisahkan oleh apapun, terutama anak. Hal ini tidak mungkin, Suami harus keluar untuk mencari penghidupan. Anak harus keluar untuk belajar, kadang harus terpisah jauh, agar dengan nya ia tumbuh dewasa dengan perjalanan waktu, dan berilmu. Sebagian kita, kasihan dengan anak kita, yang harus studi jauh, di pondok umpama, kita sebagai orang tua memikirkan, bagaimana makan nya, kondisi, apa ia tidak kedinginan di malam hari, dan kecukupan makan di siang hari. Ini ego Sebagai orang tua yang perhatian terhadap anak. Namun, kita tidak bisa membayangkan, bila anak kita tetap bersama kita, tentu ia akan menjadi anak yang manja, tidak dewasa baik dalam ilmu, kedewasaan dan juga pengalaman. Wajib di sini, ada "perpisahan" barang sejenak. - sebagai orang berharap surga, ia ingin masuk surga. Namun di satu posisi, ada kontradiksi dalam jiwanya, Ia ingin masuk surga, dengan kondisi juga yang ia begitu membenci kematian. Pertanyaan: adakah masuk surga, tanpa melewati pintu yang bernama kematian. Di sini, sebuah kematian, bukanlah sebuah keburukan, namun, ia adalah pintu bagi jiwa yang shalih untuk awal ia masuk surga. Maka, tidak semua kata negatif itu berakibat buruk. Kita, dalam satu kondisi harus melewati tahapan tahapan kehidupan, sehingga Allah menampakkan kuasa Nya kepada hamba hamba Nya, yang menjadikan kebaikan bagi mereka masing masing dari berubah nya waktu dan kondisi. Di katakan dalam syair, Seorang penakut selalu membayangkan dirinya terbunuh (mati), Bahkan sebelum kematian mendekatinya# Terkadang bahaya menghampiri seorang penakut, Sedang orang yang berani terhindar darinya#.
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, Hal yang dapat memutus rasa was was adalah berserah diri kepada Allah, barang siapa yang memasrahkan diri dan tunduk kepada Allah,
Mengetahui apa yang menimpa dirinya atau tidak, dan apa yang luput atau tidak, hanya sekedar apa yang telah tertulis (dalam taqdir nya), Maka tiada akan tersisa pada hatinya untuk takut kepada makhluk, Jiwanya telah mengetahui, bahwa dirinya yang ia khawatir kan keselamatan nya, telah berserah diri kepada pelindung nya. Jiwa yang mengetahui kadar taqdir, maka ia akan memiliki ketenangan dan kesabaran, Tidak akan berubah dengan perubahan dan bergantinya kondisi dan hati hati manusia. Berbeda dengan orang orang yang lemah keimanannya kepada taqdir. Ia tidak pernah kuat dan bersabar, hatta terhadap masalah yang paling kecil sekalipun yang ia hadapi. Karena kelemahan imannya, kelembekan jiwanya, dan kecemasan yang berlebih terhadap sesuatu yang kecil. Maka, ketika jiwa semacam itu, tertimpa sesuatu yang remeh, Anda melihatnya sempit dada, sedih hati, kemurungan, tertunduk nya pandangan, kesedihan yang membuncah di dada, Lalu, semua itu tidak bisa membuatnya tidur, dan menjadikan keningnya berkerut. Musibah, bila menimpa orang yang memiliki keimanan, ketabahan - bahkan mungkin apa yang di deritanya lebih besar - maka ia tiada akan menghiraukannya, hal hal itu tiada akan mengusik jiwanya, kelopak mata nya tetap akan bisa terpejam, hatinya Ridha, dan dirinya mendapat ketenangan.
_______: Maraji': - Al imanu bila qodha wal qodr. - tafsir taisir marinir rahman di tafsir kalamim mantan - uddatus shabirin - madarijus salikin - ad da wa ad dawaa - dzamul hawwa - ighasatu lahafan. - dll. Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya. ----
#---- 🔂🔂🔂🔂🔂🔂
Gabung dan ikuti ⤵ G~WA PIS https://bit.ly/2t90ZpK Instagram: IG:@pissalaf IG:@Taaruf_pis https://bit.ly/2Q57QJQ YouTube PIS: https://bit.ly/2QoQsjH FB:MT. Nisaa As Sunnah
https://www.facebook.com/groups/578718089215823 Join Telegram: https://t.me/joinchat/KBPENBRAaHBGxHOvVr2KKA
📖📖📚📚📚📖📖
*Ketidak-tetap-an masa* (seorang muslim menyikapi perubahan hidup dan kehidupan).
Oleh: Ustad abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.
Allah subhanahu wa taala berfirman,
و تلك الأيام نداولها بين الناس.
_Dan demikianlah hari hari itu Kami pergilirkan di antara manusia._ Qs 3 Ali Imran ayat 140.
Di sebutkan dalam sebuah syair: Jangan bersedih, kehidupan ini pendek, Anggap lah ringan berbagaoi peristiwa yang menghawatirkan dan tenanglah# Jika sesuatu yang tidak mampu kalian menolak nya datang, Maka, janganlah bersedih terhadap apa yang di taqdir kan Allah dan bersabarlah# Tidaklah kalian melihat, bahwa mencela itu manfaatnya sedikit, Ketika sesuatu itu hilang dan pergi# Maka, hal itu meninggalkan tangisan dan penyesalan, Kemudian, tidak mengubah sedikitpun selain apa yang telah di taqdirkan#. Jamharah asy syair Arab 357.
Kata: 'Perpisahan', 'kehilangan', 'kesedihan', 'kegagalan', 'penolakan', 'kerugian', adalah contoh kata yang tidak pernah di senangi oleh manusia. Manusia secara asal, selalu menginginkan kebaikan, kesentosaan, kebahagiaan dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Namun, pertanyaan nya: Adakah dalam kehidupan ini yang tetap ?. Jawab : tidak ada. Demikianlah kehidupan, mengajarkan kepada kita, tidak ada yang akan pernah tetap dalam satu kondisi. Allah subhanahu wa taala telah menetapkan bahwa 'hari' itu, Allah pergilirkan di antara manusia. Sedih gembira, bersama berpisah, untung rugi, sejahtera nestapa, mendapat atau kehilangan, semua itu hal yang lumrah dan menjadi ketetapan. Semua ini, tidak lain adalah sebagai sebuah pelajaran, pengokohan hati, pelipur lara dan nestapa, serta memberikan pengajaran agar seorang bisa tegar dan tidak mudah bersedih atas kondisi yang menimpanya serta menjadikan setiap hamba 'dewasa' dengan perjalanan waktu. Tidaklah engkau melihat, yang tidak berubah dari ciptaan Allah itu hanya taqdir itu sendiri dan kehidupan akhirat?. Lihatlah engkau, akan perjalanan Nabi kita shalallahu alaihi wa salam, Ketika Allah subhanahu wa taala berfirman kepada beliau, menjelaskan kondisi awal beliau,
ا لم يجد ك يتماً فآؤى
_Bukan kah Dia (Allah) telah mendapatimu dalam kondisi yatim, kemudian Dia mengambil sendiri pemeliharaan dirimu_. Qs 93 ad Dhuha ayat 6.
Yakni, Allah menangung penghidupan mu sendiri, menjaga dan memelihara mu dari bahaya. Lihatlah, bagaimana beliau lahir dalam kondisi yatim, tidak memiliki sosok orang tua sebagai sandaran, penopang dan tempat berlindung, Namun Allah ingin menunjukkan kuasa Nya pada hamba pilihan Nya ini, shalallahu alaihi wa salam, Allah mengambil pengasuhan, penjagaan dan pertolongan baginya sendiri, Tidak hanya itu, apa yang telah di lalui Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam kehidupan beliau, menjadikan beliau seorang yang kuat, tidak mudah putus asa, memiliki keyakinan kuat, dan tawakkal yang tinggi, dan tidak menyerah dengan perubahan perubahan masa. Demikian juga dalam kehidupan Nabi Nabi terdahulu, alaihimus salam. Inilah Musa alaihi salam, Ketika ibunya menghawatirkan akan keselamatan putranya, tidak ada jalan lain, kecintaan kepada putranya ini, dengan segala keterpaksaan menjadikan nya "berpisah", dan ia tidak mengetahui kapan 'kebersamaan' dengan putranya ini akan terjadi, Demikianlah Allah tidak ingin menjadikan kesedihan hamba wanita Nya ini (ibu Musa) berkelanjutan, serta melalui kenestaapaan yang tiada akhir, Allah subhanahu wa taala menjelaskan kondisi mengharukan ini dengan firman Nya,
و اوحينا الى أم موسى أن ارضعيه فاذا خفت عليه فالقيه في اليم و لا تخافي و لا تحزني إنا رادوه إليك و جاعلوه من المرسلين. _
Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa,
hendaknya engkau menyusui nya, maka bila engkau merasa khawatir terhadap keselamatan nya, hendaknya engkau menghanyutkannya kedalam sungai, dan janganlah engkau takut dan bersedih, *sesungguhnya Kami akan mengembalikan nya kepadamu*, dan menjadikan nya seorang Rasul_. Qs 28 Al qoshshas ayat 7.
Inilah Yusuf bin Ya'kub alaihimus salam, ketika ia di pisahkan dari cinta kasih orang tuanya oleh orang terdekatnya (saudara saudara nya sendiri), di masukan ke dalam sumur untuk niat di bunuh, di ambil oleh pedagang untuk di jual sebagai budak, di jauhkan dari tanah kelahirannya, Tidak selesai ujian bertubi itu, Kemudian ia di besarkan di istana Mesir sebagai pelayan, di goda wanita, di fitnah dengan tuduhan perselingkuhan dan perbuatan keji, masuk penjara tanpa kesalahan. Adakah di antara kita, yang kira kira kuat dengan ujian bertubi semacam itu?. Namun, Allah tidak akan membiarkan semua itu berkelanjutan, hari pasti berubah menjadi lebih baik bagi orang orang yang bertaqwa dan bersabar,
و قال يا ابت هذا تاويل رءياي من قبل قد جعلها ربي حقا و قد احسن بي إذ اخرجني من السجن و جاءبكم من البدو من بعد أن نزع الشيطان بين و بين اخواتي إن ربي لطيف لما يشاء. _
Dan berkatalah Yusuf, wahai bapakku, inilah adalah tawil mimpiku yang dahulu itu, dan sungguh Rabbku telah menjadikan kenyataan, dan sungguh Dia telah berbuat kebaikan kepada ku, ketika ia mengeluarkan aku dari penjara, dan mendatangkan kalian kepadaku dari dusun Badui, setelah setan merusak hubungan baik antara aku dan saudara saudara ku, sesungguhnya Rabbku maha lembut terhadap siapa yang Dia kehendaki._ Qs 12 Yusuf ayat 100.
Dari kisah Yusuf ini adalah kita ambil pelajaran, Bahwa kesedihan akan menjadi kebahagiaan. Perpisahan akan berganti pertemuan. Hutang akan di bayar. Kezaliman akan di ganti, bagi mereka yang sabar dan bertaqwa. Baik, ada sebuah pertanyaan. Itu kehidupan para Nabi dan Rasul, dapatkan anda memberi contoh aplikatif dalam kehidupan kita. Baik, saya (abu abd rahman) akan memberikan contoh nyata dari yang kita lihat: - seorang bayi, sebagai orang tua, kita ingin agar anak kita dalam kondisi bayi, lucu dan menggemaskan. Namun, tidak mungkin bayi tetap dengan kondisi ke-bayi-an nya, harus ada pertumbuhan, yang dengannya memperkuat tubuhnya, tumbuhnya imunitas, dan pertumbuhan untuk dewasa dan menjalani kehidupan normal. Tidak bisa, kita membayangkan anak kita, terus bayi (tidak ada perubahan) dengan segala kelucuannya, tentu ini berbahaya bagi dirinya dan orang tua. - kita, membayangkan dunia ini terus dalam kondisi pagi yang cerah, dan kita menikmati pagi yang segar, kita berharap, tidak ada siang yang panas, atau malam yang gelap menakutkan, Namun, hari harus berjalan, kehidupan harus berputar, siang untuk berkerja, dan malam untuk beristirahat. Dan wajib adanya pergantian masa dan waktu. - kita berharap, kita berkumpul dengan keluarga, menjadi keluarga yang utuh, tidak di pisahkan oleh apapun, terutama anak. Hal ini tidak mungkin, Suami harus keluar untuk mencari penghidupan. Anak harus keluar untuk belajar, kadang harus terpisah jauh, agar dengan nya ia tumbuh dewasa dengan perjalanan waktu, dan berilmu. Sebagian kita, kasihan dengan anak kita, yang harus studi jauh, di pondok umpama, kita sebagai orang tua memikirkan, bagaimana makan nya, kondisi, apa ia tidak kedinginan di malam hari, dan kecukupan makan di siang hari. Ini ego Sebagai orang tua yang perhatian terhadap anak. Namun, kita tidak bisa membayangkan, bila anak kita tetap bersama kita, tentu ia akan menjadi anak yang manja, tidak dewasa baik dalam ilmu, kedewasaan dan juga pengalaman. Wajib di sini, ada "perpisahan" barang sejenak. - sebagai orang berharap surga, ia ingin masuk surga. Namun di satu posisi, ada kontradiksi dalam jiwanya, Ia ingin masuk surga, dengan kondisi juga yang ia begitu membenci kematian. Pertanyaan: adakah masuk surga, tanpa melewati pintu yang bernama kematian. Di sini, sebuah kematian, bukanlah sebuah keburukan, namun, ia adalah pintu bagi jiwa yang shalih untuk awal ia masuk surga. Maka, tidak semua kata negatif itu berakibat buruk. Kita, dalam satu kondisi harus melewati tahapan tahapan kehidupan, sehingga Allah menampakkan kuasa Nya kepada hamba hamba Nya, yang menjadikan kebaikan bagi mereka masing masing dari berubah nya waktu dan kondisi. Di katakan dalam syair, Seorang penakut selalu membayangkan dirinya terbunuh (mati), Bahkan sebelum kematian mendekatinya# Terkadang bahaya menghampiri seorang penakut, Sedang orang yang berani terhindar darinya#.
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, Hal yang dapat memutus rasa was was adalah berserah diri kepada Allah, barang siapa yang memasrahkan diri dan tunduk kepada Allah,
Mengetahui apa yang menimpa dirinya atau tidak, dan apa yang luput atau tidak, hanya sekedar apa yang telah tertulis (dalam taqdir nya), Maka tiada akan tersisa pada hatinya untuk takut kepada makhluk, Jiwanya telah mengetahui, bahwa dirinya yang ia khawatir kan keselamatan nya, telah berserah diri kepada pelindung nya. Jiwa yang mengetahui kadar taqdir, maka ia akan memiliki ketenangan dan kesabaran, Tidak akan berubah dengan perubahan dan bergantinya kondisi dan hati hati manusia. Berbeda dengan orang orang yang lemah keimanannya kepada taqdir. Ia tidak pernah kuat dan bersabar, hatta terhadap masalah yang paling kecil sekalipun yang ia hadapi. Karena kelemahan imannya, kelembekan jiwanya, dan kecemasan yang berlebih terhadap sesuatu yang kecil. Maka, ketika jiwa semacam itu, tertimpa sesuatu yang remeh, Anda melihatnya sempit dada, sedih hati, kemurungan, tertunduk nya pandangan, kesedihan yang membuncah di dada, Lalu, semua itu tidak bisa membuatnya tidur, dan menjadikan keningnya berkerut. Musibah, bila menimpa orang yang memiliki keimanan, ketabahan - bahkan mungkin apa yang di deritanya lebih besar - maka ia tiada akan menghiraukannya, hal hal itu tiada akan mengusik jiwanya, kelopak mata nya tetap akan bisa terpejam, hatinya Ridha, dan dirinya mendapat ketenangan.
_______: Maraji': - Al imanu bila qodha wal qodr. - tafsir taisir marinir rahman di tafsir kalamim mantan - uddatus shabirin - madarijus salikin - ad da wa ad dawaa - dzamul hawwa - ighasatu lahafan. - dll. Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabbnya. ----
#---- 🔂🔂🔂🔂🔂🔂
Gabung dan ikuti ⤵ G~WA PIS https://bit.ly/2t90ZpK Instagram: IG:@pissalaf IG:@Taaruf_pis https://bit.ly/2Q57QJQ YouTube PIS: https://bit.ly/2QoQsjH FB:MT. Nisaa As Sunnah
https://www.facebook.com/groups/578718089215823 Join Telegram: https://t.me/joinchat/KBPENBRAaHBGxHOvVr2KKA
📖📖📚📚📚📖📖
Selasa, 14 Juli 2020
AKU INGIN TERBANG TINGGI SEPERTI ELANG
ELANG
Elang, adalah burung yang indah... mewah ..cantik...kuat.. Burung ini juga mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh...,
Burung cantik dan kuat ini...pastilah mahal dan ga bisa disentuh sembarang orang...ga bisa dimiliki sembarang orang jika ada yang berniat memiliki nya harus bisa memahami karakter si burung elang ini...meski dia terliat tipe pemangsa/buas... namun hatinya sangatlah lembut...terutama dalam melindungi yang dia kasihi...itulah burung elang...jika tidak bisa memahami si burung elang...kamu tak kan pernah bisa memilikinya sampai kapanpun....dan dengan cara apapun...
Itulah Burung Elang..., dan jangan coba mempermainkankannya ...dia punya senjata kuku kaki yg tajam dan cengkeram yg kuat untuk memangsamu....membuatmu bertekuk lutut di hadapannya...juga ia memiliki mata yang tajam...mata bathin serta insting kuat untuk mengetahui niat/rencana jahat musuh di depan mata...,menjauhlah jika engkau tak bisa memahami si burung elang yg kuat/perkasa, cantik, buas namun memiliki hati yg sangat lembut untuk yg dia kasihi..dan mengasihi nya...
By : fanni
~~~~~~~~~♥♥♥♥♥♥~~~~~~~~~~
Aku ingin terbang tinggi Seperti elang Melewati siang-malam Menembus awan
Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Aku adalah mimpi-mimpi sedang melintasi
Sang perawan yang bermain dengan perasaan
Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Aku adalah mimpi-mimpi tiada arti Aku ingin terbang tinggi seperti elang
By: DEWA19
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
By : fanni
~~~~~~~~~♥♥♥♥♥♥~~~~~~~~~~
Aku ingin terbang tinggi Seperti elang Melewati siang-malam Menembus awan
Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Aku adalah mimpi-mimpi sedang melintasi
Sang perawan yang bermain dengan perasaan
Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Ini tanganku untuk kau genggam
Ini tubuhku untuk kau peluk
Ini bibirku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Tak usah kau terus tangisi kepergianku Air mata takkan memanggilku Untuk kembali
Aku adalah mimpi-mimpi tiada arti Aku ingin terbang tinggi seperti elang
By: DEWA19
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Senin, 13 Juli 2020
TIGA RANGKAIAN DOSA: SUUDZHON, TAJASSUS DAN GHIBAH
*TIGA RANGKAIAN DOSA: SUUZHON, TAJASSUS, DAN GHIBAH*
Allah Ta’ala mengingatkan kita tentang adanya tiga rangkaian dosa yang bisa jadi kita terjatuh di dalamnya tanpa sadar. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12)
Renungkanlah ayat ini, ketika Allah Ta’ala menyebutkan tiga rangkaian dosa, yaitu su’udzan (buruk sangka tanpa dasar), tajassus (berusaha mencari-cari keburukan orang lain) dan ghibah (menggunjingkan orang lain).
Orang yang memiliki sifat suka berburuk sangka kepada orang lain tanpa dasar, maka dia akan berusaha mencari-cari kesalahan dan keburukan saudaranya tersebut untuk mengecek dan membuktikan prasangkanya. Inilah yang disebut dengan tajassus. Sedangkan tajassus itu sendiri adalah pintu awal menuju dosa berikutnya, yaitu ghibah. Karena orang tersebut berusaha untuk menampakkan aib dan keburukan saudaranya yang berhasil dia cari-cari, meskipun dia berhasil mendapatkannya dengan susah payah.
Al-Qasimi rahimahullahu Ta’ala berkata,
“Ketika buah dari su’udzan adalah tajassus, hati seseorang tidak akan merasa puas dengan hanya ber-su’udzan saja. Maka dia akan mencari-cari bukti (aib saudaranya tersebut) dan akan sibuk dengan tajassus. Allah Ta’ala menyebutkan larangan tajassus setelah su’udzan. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.’” (Mahaasin At-Ta’wiil, 9: 3690)
Sekali lagi, renungkanlah, ketika *su’udzan* tersebut diiringi dengan dua dosa besar lainnya, yaitu tajassus dan ghibah. Karena ketika seseorang sudah berburuk sangka kepada saudaranya, dia akan melakukan *tajassus*, yaitu dia mencari-cari bukti aib dan keburukan saudaranya tersebut untuk membuktikan prasangkanya. Dan jika dia sudah menemukannya, dia akan bersemangat untuk melakukan *ghibah* alias menyebarkan keburukan saudaranya tersebut. Inilah urutan yang disebutkan dalam ayat di atas.
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/44672-tiga-rangkaian-dosa-buruk-sangka-tajassus-dan-ghibah.html
Langganan:
Postingan (Atom)
🔖 *BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG LEMAH*
🔹 Dalam sebuah hadits yang shohih, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ، فَإِنَّمَا تُرْزَ...
-
Sifat dasar seorang muslim seharusnya adalah Ulil Albab (cerdas). Dia akan mengambil pelajaran serta pengajaran dari apa yang terjadi dala...
-
Seperti kita ketahui kawin sirri itu adalah kawin diam-diam tanpa diketahui oleh banyak orang dan disebut juga kawin dibawah tangan karen t...
-
Hidup selalu sendirian ditengah dunia yang penuh kemaksiatan..harus dihadapi seorang diri oleh akhwat ini.., Alhamdulillah dia selalu dilind...




