Kamis, 02 Juli 2020




*Nasihat Untuk Yang Mau Poligami dan Haruskan Izin Istri ?
*Youtube:* http://youtube.com/ittibarasul1
بــسم اللّٰـه
Kata harus berarti wajib. Hal semacam itu hak istri. Namun ada dua hal yang saya ingin sampaikan:
Pertama, untuk *istri,* bila seumpama suami sudah mencukupi dan berlebih, bertanggung jawab dan sayang keluarga, maka silahkan *dorong atau izinkan* suami untuk ta'addud. Jangan suami dimakan sendiri, tidak akan habis. *Janganlah anti pada syariat ta'addud,* seumpama menolak, tolak karena ketidakmampuan suami dan kelemahan suami dalam nafkah dan keadilan. Bukan dari sisi syariatnya.
Kedua, untuk *pria yang mau ta'addud, periksa niat itu,* karena Allah, melaksanakan sunnah atau sekedar hawa nafsu. Selanjutnya, *memaksakan diri atau benar-benar mampu dan memiliki ilmu tentang itu.* Ingat, *kedzaliman* yang terjadi dalam ta'addud karena *salah niat, memaksakan diri sedang ia tidak mampu dalam ilmu dan kemampuan dalam melaksanakan ta'addud, dan yang di kedepankan adalah hawa nafsu dan ego.* Sehingga berantakan apa yang sudah dibangun. Jangan pernah ingin menyelamatkan wanita yang jauh di sana, sementara wanita di sisinya tenggelam ia tidak gubris. Kita ingin menambah bukan memporak-porandakan yang sudah ada.
Ingat dua hal ini, baik istri atau suami. Benar, *poligami itu hak pria, dan tidak ada kewajiban untuk minta izin dan restu istri lain.* Fatwa Al-Lajnah ad-Daimah berkata:
ليس بفرض على الزوج إذا أراد أن يتزوج ثانية أن يرضي زوجته الأولى ، لكن من مكارم الأخلاق وحسن العشرة أن يطيِّب خاطرها بما يخفف عنها الآلام التي هي من طبيعة النساء في مثل هذا الأمر ، وذلك بالبشاشة وحسن اللقاء وجميل القول وبما تيسّر من المال إن احتاج الرضى إلى ذلك. *“Bukanlah suatu kewajiban bagi suami apabila ingin menikah lagi untuk meminta ridha istrinya yang pertama,* akan tetapi di antara kemuliaan akhlak dan muamalah rumah tangga yang baik, *seorang suami harus menghibur istri dan meringankan kesedihan (akibat dipoligami)* karena ini merupakan tabiat wanita dalam perkara ini. Hal tersebut dengan bermanis muka, bergaul dengan baik, perkataan yang indah dan memberikan harta yang bisa membuatnya
ridha". (Fatwa Al-Lajna ad Daimah)
#Poligamisyari
#Taaddud

Kamu Harus Tahu, Ini Enam Syarat Poligami dalam Islam

Belajar Islam

Kamu Harus Tahu, Ini Enam Syarat Poligami dalam Islam
26 JAN 2020 8,622
gomuslim.co.id -
Mendengar kata poligami, biasanya akan selalu memancing protes yang kuat dari para kaum hawa. Siapa sih perempuan yang mau di poligami atau dibagi cintanya? Tapi, poligami sendiri merupakan salah satu dari syariat Islam dan ada didalam salah satu ayat dalam di Alquran, yakni di Surat An-Nissa ayat 3 yang berbunyi:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Mungkin bagi kaum adam, poligami merupakan salah satu syariat yang menyenangkan. Dimana mereka bisa memiliki istri lebih dari itu. Tapi barang tentu, hal yang sangat menyakitkan bagi para kaum perempuan.

Buat laki-laki yang memiliki niat poligami sah-sah saja. Meski poligami masuk dalam kategori sunnah (Dilakukan mendapat pahala, tidak dilakukan tidak mendapat dosa) dan bukan hal wajib. Tapi, ada beberapa syarat dan pemahaman yang mendalam jika seorang laki-laki ingin berpoligami.

Sejumlah ulama menilai bahwa hukum poligami memiliki paham yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Syaikh Mustafa Al-Adawiy. Beliau menyebutkan bahwa hukum poligami adalah sunnah. Dalam kitabnya ahkamun nikah waz zafaf, beliau mempersyaratkan 4 hal untuk poligami, diantaranya :

1. Harus mampu berbuat adil
Seorang pelaku poligami, harus memiliki sikap adil di antara para istrinya. Tidak boleh ia condong kepada salah satu istrinya. Hal ini akan mengakibatkan kezhaliman kepada istri-istrinya yang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa-i, At-Tirmidzi)

Selain adil, ia juga harus seorang yang tegas. Karena boleh jadi salah satu istrinya merayunya agar ia tetap bermalam di rumahnya, padahal malam itu adalah jatah bermalam di tempat istri yang lain. Maka ia harus tegas menolak rayuan salah satu istrinya untuk tetap bermalam di rumahnya.

Jadi, jika ia tak mampu melakukan hal itu, maka cukup satu istri saja. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “…kemudian jika kamu khawatir tidak mampu berbuat adil, maka nikahilah satu orang saja…” (QS. An-Nisa: 3)

2. Tidak membuat lalai beribadah kepada Allah SWT
Seorang yang melakukan poligami, harusnya ia bertambah ketakwaannya kepada Allah, dan rajin dalam beribadah. Namun ketika setelah ia melaksanakan syariat tersebut, tapi malah lalai beribadah, maka poligami menjadi fitnah baginya. Dan ia bukanlah orang yang pantas dalam melakukan poligami.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (QS. At-Taghabun: 14)

3. Mampu menjaga kehormatan para istrinya
Sudah menjadi kewajiban bagi suami untuk menjaga istrinya. Sehingga istrinya terjaga agama dan kehormatannya. Ketika seseorang berpoligami, otomatis perempuan yang ia jaga tidak hanya satu, namun lebih dari satu. Ia harus dapat menjaga para istrinya agar tidak terjerumus dalam keburukan dan kerusakan.

Misalnya seorang yang memiliki tiga orang istri, namun ia hanya mampu memenuhi kebutuhan biologis untuk dua orang istrinya saja. Sehingga ia menelantarkan istrinya yang lain. Dan hal ini adalah sebuah kezhaliman terhadap hak istri. Dampak yang paling parah terjadi, istrinya akan mencari kepuasan kepada selain suaminya, alias berzina. Wal iyyadzubillah!

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang memiliki kemapuan untuk menikah, maka menikahlah…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

4. Mampu memberi nafkah lahir dan batin
Hal ini sangat jelas, karena seorang yang berpoligami, wajib mencukupi kebutuhan nafkah lahir para istrinya. Bagaimana ia ingin berpoligami, sementara nafkah untuk satu orang istri saja belum cukup? Orang semacam ini sangat berhak untuk dilarang berpoligami.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya…” (QS. An-Nur: 33)

5. Dilarang berpoligami dengan dua wanita yang bersaudara
Dalam melakukan poligami, sebaiknya pilihlah istri-istri dari keturunan yang berbeda-beda. Pernikahan yang dilakukan terhadap dua wanita yang masih memiliki hubungan darah erat (misalnya saudara atau bibi) tidak diperbolehkan dalam islam. Allah subhanahu wa taala berfirman:

“(Diharamkan atas kamu) menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisaa’:23)

6. Jumlah istri maksimal 4 orang
Banyak pria yang menjadikan dalil poligami agar ia bisa menikah lagi dan lagi tanpa mengenal batasan. Bahkan tak sedikit pria-pria yang menikahi wanita hingga 5 sampai 10 kali hanya sebagai pemuas nafsu belaka. Hal ini tentu tidak benar. Berdasarkan syariat agama, poligami hanya boleh dilakukan sebanyak 4 kali, tidak lebih dari itu. Pendapat ini didasari oleh firman Allah SWT:
“Maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu ber-kenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat.” (QS an-Nisaa’: 3)
Tujuan poligami adalah semata-mata untuk membantu wanita-wanita yang belum menikah, wanita tak mampu, atau janda agar ada seseorang yang menafkahi. Sebab menikah bisa menaikkan kedudukan wanita. Menikah juga mempermudah wanita untuk masuk surga. Maka itu, Allah SWT memperbolehkan berpoligami. Namun Allah membantasi jumlahnya, karena Allah tahu bahwa poligami itu sulit bagi pria. Sedikit saja pria berlaku tak adil terhadap istri-istrinya, maka perbuatannya bisa menjerumuskannya ke dalam neraka. Maka itu, cukup empat orang istri saja.
“Dari Qais Ibnu Al-Harits ia berkata: Ketika masuk Islam saya memiliki delapan istri, saya menemui Rasulullah dan menceritakan keadaan saya, lalu beliau bersabda: “Pilih empat diantara mereka”. (HR. Ibnu Majah)
Jika Anda bertanya, mengapa Rasulullah SAW boleh menikah 11 kali, sementara kita hanya 4 istri? Ketahuilah bahwa kebanyakan wanita-wanita mulia yang dinikahi Rasul adalah wanita yang telah berumur. Bahkan ada wanita yang telah tua. Hanya 2 istrinya yang berstatus gadis. Sedangkan 9 orang adalah janda. Dan beliau baru melakukan poligami saat usianya mencapai 50 tahun. Dengan demikian, jelas bahwa rasul menikah bukan didasari syahwat atau nafsu. Melainkan sebab keadaan dan mengikuti perintah dari Allah SWT.
Demikian tulisan singkat tentang poligami. Poligami bisa bernilai ibadah, namun untuk melaksanakan syariat tersebut membutuhkan ilmu, dan terpenuhi syarat-syaratnya. Jika merasa tidak mampu memenuhi 4 syarat di atas, maka jangan coba-coba untuk berpoligami. (mga/dalamislam/dbs)

Rabu, 26 Oktober 2016

SHABR...SABAR..

Innallaaha ma'ashshobiriin, demikian potongan ayat dalam Al-Qur'an di setiap surat didalamnya selalu ada potongan ayat ini, yang artinya 'Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"
Potongan ayat lainnya tentang kesabaran terdapat dalam Surat Ali Imraan 200 yang bunyinya : 
Yaa ayyuhaladzie na'aamanushbiruu wa shobiruu wa rabithuu, wattaqqullahu la'allakum tuflihuun, yang artinya :" Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negreimu) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung"
Demikian penjelasan ayat alqur'an tentang KESABARAN... , dan firman Allah dalam ayat-ayat al-qur'an diatas itu sesuatu yang pasti, jadi jika mau bersabar maka nikmat surga akan Allah berikan pada kita semua. Insyaa Allah...


Rabu, 22 Juni 2016

Dunia Kerja Baru

Bismillahirrohmanirrohim,
Sebulan sudah menjalani pekerjaan di bidang yang baru, yakni dunia kependidikan, bukan sebagai tenaga pendidik tetapi sebagai staf admin.
Banyak hal-hal baru ditemukan disini, yang sebelumnya belum pernah dialami dalam pengalaman bekerja, yakni setiap hari berjumpa dengan anak-anak sekolah, guru yang dulu hanya pernah dialami saat masih sekolah...., tantangan pekerjaan baru :)
Insyaa Alloh tetap istiqomah dalam ta'aawun ala birri wa taqwa..bersama sahabat-sahabat baru, aamiin.
Alhamdulillah dunia kerja baru di bidang pendidikan ini dalam lingkungan pendidikan yang sesuai Sunnah Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam, sistem pendidikannyanya ber manhaj kan salafus sholeh...

Kamis, 02 Juni 2016

La insy syakartum laadzidannakum....

Bismillahirahmanirrohim,

La insy syakartum la adzidannakum wa la inkafartum inna adzabi laa syadiid...sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya AKU akan menambah (nikmat) kepadamu,tetapi jika kamu mengingkarari nitmat-KU, sesungguhnya adzab-KU sangatlah pedih, demikian kutipaan ayat al-qur'an surat (Ibrahim ayat 7).

Jika hal ini terjadi pada anda saat ini..di usia yang sangat matang..anda mendapatkan pekerjaan seperti beberapa tahun silam, anda patut bersyukur untuk itu. Kadang berpikir, seperti masih ada yang kurang dalam hidup ini, yakni pernikahan..yang belum pernah terjadi dalam hidup anda misalnya, seperti nya jadi malu sama teman lainnya yang sudah menikah, tidak percaya diri, namun itulah TAKDIR ALLOH...tidak bisa di ganggu gugat...kematian, rejeki dan jodoh selalu menjadi misteri dalam kehidupan, rejeki lancar...itu harus di syukuri...Jodoh dan kematian belum datang..itu juga disyukuri..., jodoh belum ditemukan...Alloh subhanahu wata'ala menganjurkan kita untuk terus ikhtiar kemudian tawakal pada-Nya....Subhanalloh..., belum bertemu jodoh itu bukan berarti suatu ketidak beruntungan dalam hidup..seperti Sahabat Umar bin Khottob radhiallahuanhu berkata: 

"AKU TIDAK PEDULI ATAS KEADAAN SUSAH SENANGKU,KARENA AKU TAK TAHU MANAKAH DIANTARA KEDUANYA ITU YANG LEBIH BAIK BAGIKU"

Kita harus meneladani apa kata beliau, siapa tahu mungkin dengan masih sendiri/belum menikah itu baik menurut ALLAH Subhanahu wata'ala, semua akan indah pada waktunya, jadi bersyukurlah dengan dalam setiap kondisi hidup yang bagaimanapun...tetaplah istiqomah di jalan yang benar dan di ridhloi Alloh subhanahu wata'ala, insyaa Alloh.
Allahu'alam bishawwab...Allahul musta'aan.

Semoga bermanfaat..aamiin..
























































Kamis, 24 Maret 2016

Never Give Up..



The word NEVER GIVE UP is always there...
The young man...An Old man...always come and go..
Nothing stay forever..
But I'm still here..more stronger than before
NEVER GIVE UP to face the destiny
Baarakalloh...Amin..

Maybe I have destined to be alone..always..
Until when? I don't know...Wallahu'alam bishawwab... (Only Alloh knows)
May Alloh always make me strong..stay in the right way (istiqomah) and make me never give up.. amin




Sabtu, 30 Januari 2016

KAJIAN SUNNAH: SAMI'NA WA ATHO'NA (Ust. Syafiq Riza Basalamah) & KHODIJAH (Ust. Syariful Mahya Lubis)

Lokasi: Mesjid Nurul Iman-Cijantung, Jakarta Timur




"Taatlah pada Allah dan Rasul-Nya dan pada pemimpin-pemimpin kamu sekalian"
"Dan ingatlah akan karunia Alloh kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan " Kami mendengar dan Kami mentaati", Dan bertaqwalah kepada Alloh,sungguh Alloh Maha Mengetahui segala isi hati" (Al-Ma'idah 7)

"Apabila mereka diajak kepada Alloh dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) diantara mereka,mereka berkata:"Kami mendengar dan kami Taat" Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung"
(An-Nur 51)


TANDA-TANDA ORANG MENGAGUNGKAN PERINTAH ALLOH :
1. Perintah ALLOH tidak dicarin kemudahan-kemudahannya, misalnya mencari-cari tahu hukum/aturan/printah Alloh itu Sunnah atau Wajib hukumnya.
2. Menjaga waktu-waktu perintah shalat, menjaga waktu-waktu shalat dan rukunnya.

PERINTAH ALLOH ada 2 macam:
1. Perintah yang disukai jiwa manusia seperti makan-minum dan poligami
2. Perintah yang tidak disukai jiwa manusia seperti JIHAD FIISABILILLAH

Bentuk Ketaatan para sahabat,
 para sahabat mengucapkan:
"SAMI'NA WA ATHO'NA GUFRANAKA WAILAIKAL MASYIR" (Kami dengar dan kami taat serta kami mohon ampunanmu Ya Alloh)


Lokasi : Mesjid Nurul Ikhlas-Ciracas Jakarta Timur

Khodijah adalah Istri pertama Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, saat menikah Khodijah berstatus janda (sebelumnya pernah menikah 2 x) dan berusia 40 tahun sedangkan Rasululloh berusia 25 tahun.

Pernikahan Khodijah dengan Nabi Muhammad mendapatkan 6 orang anak:
1. Al-Qossim
2. Abdullah
3. Zainab menikah dengan Abu La'as, anaknya: Ummaroh
4. Ruqqoyyah
5. Ummu Kultsum
6. Fatimah

Wanita-wanita sempurna dalam Islam :
1. Maryam (Ibu Nabi Isa Alaihissalam)
2. Asiah (Istri Fir'aun)
3. Khodijah (Istri Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam)
4. Fatimah (Anak Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam)
Anak Fatimah : Hasan dan Husein

Ahlul Bait dalam surat An-Nur:
1. Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam
2. Fatimah binti Muhammad
3. Ali bin Abi Thalib
4. Hassan
5. Hussein

- Wanita pertama masuk islam adalah Siti  Khodijah radhiallahuanha
- Wanita pertama berwudhu adalah Siti Khodijah radhiallahuanha
- Wanita pertama melakukan Sholat adalah Siti Khodijah radhiallahuanha
- Rumah Islam pertama adalah rumah Siti Khodijah radhiallahuanha

KEJENIUSAN_KEJENIUSAN KHODIJAH Radhiallahuanha :
1. Menikah dengan nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam
2. Menunjukkan kedatangan Malaikat Jibril kepada Rasulullah
3. Satu-satunya wanita yang mendapat salam dari Alloh subhanallahu wata'ala

KESETIAN NABI MUHAMMAD KEPADA KHODIJAH :
1. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: Demi Alloh, Tdak akan ada wanita yang tergantikan olehnya (Khodijah)
Kematian Khodijah di usia 65 tahun merupakan tahun kedukaan bagi Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam
3. Kedatangan cucu Khodijah HALA mengobati kerinduan Rasulullah kepada Khodijah sampai-sampai mendengar kedatangan HALA di pintu rumah Rasulullah, Rasulullah berkata: "Allahumma Hala..Allahumma Hala..Allahumma Hala" artinya Ya Alloh inilah HALA

Fii amanillah...


🔖 *BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG LEMAH*

🔹 Dalam sebuah hadits yang shohih, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ،  فَإِنَّمَا  تُرْزَ...