Jumat, 31 Agustus 2012
Pandangan Sunni - Syiah
Senin, 13 Agustus 2012
Indonesia Negriku Tercinta, di ambang Kehancuran?
(Sumber: http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2057749-peristiwa-kerusuhan-27-juli-1996/#ixzz238PE8IxD)
Selama 4 Presiden itu memimpin Negara RI ini tak ada perubahan reformasi yg signifikan, sejak Presiden Habibie kita malah kehilangan Propinsi Timor-Timur, yg kini berganti nama menjadi Negara Timor Leste, setelah itu di era Gus Dur yang merupakan Tokoh Kontroversial sepanjang masa, Beliau malah di lengserkan sebelum berakhir jabatannya karena menerbitkan Dekrit Presiden tentang Pembubaran Badan Legislatif RI MPR/DPR, juga tersandung Kasus Hukum namun akhirnya namanya direhabilitasi. Kemudian Wapres Megawati meneruskan sisa jabatan kepersidenan Beliau, Megawati menjadi PresidenRI yang ke-5, Nah di era Presiden Megawati inilah muncul suatu badan Hukum yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam PILPRES selanjutnya tahun 2004 terpilihlah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI ke-6,dan menjabat sampai 2 periode, s/d tahun 2014. Di era pemerintahan SBY terkenal dengan Program Kerjanya Pemberantasan Korupsi, dimulai dengan target 100 hari dalam Pemberantasan Korupsi masa jabatan Beliau jadi Presiden RI.
Kembali kita kepada Reformasi. Ketika ada perubahan kita bertanya-tanya dalam hati, untuk kepentingan siapakah perubahan itu? Untuk kita Rakyat? Atau untuk kepentingan kelompok dalam politk? Sebagai rakyat ketika kita sudah jenuh dengan keadaan pasti ingin ada perubahan..tanpa menyadari apakah kita dimanfaatkan orang-orang yang berkepentingan (politik) atau tidak. Dan kenyataan berkata sampai saat ini apa yang rakyat Indonesia dapatkan? Reformasi itu ternyata gak berhasil membawa kesejahteraan untuk rakyat...hanya menciptakan para pejabat-pejabat Korup, dan negara kita adalah termasuk 5 besar Kategori Negara Terkorup di dunia. Sekali lagi itu hasil dari reformasi 1998. Kita salahkan kepada siapa? Ini Dosa siapa?
Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kasus BLBI pertama kali mencuat ketika Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan hasil auditnya pada Agustus 2000. Laporan itu menyebut adanya penyimpangan penyaluran dana BLBI Rp 138,4 triliun dari total dana senilai Rp 144,5 triliun. Di samping itu, disebutkan adanya penyelewengan penggunaan dana BLBI yang diterima 48 bank sebesar Rp 80,4 triliun.
Bekas Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono dianggap bertanggung jawab dalam pengucuran BLBI. Sebelumnya, mantan pejabat BI lainnya yang terlibat pengucuran BLBI?Hendrobudiyanto, Paul Sutopo, dan Heru Soepraptomo?telah dijatuhi hukuman masing-masing tiga, dua setengah, dan tiga tahun penjara, yang dianggap terlalu ringan oleh para pengamat. Ketiganya kini sedang naik banding.
Bersama tiga petinggi BI itu, pemilik-komisaris dari 48 bank yang terlibat BLBI, hanya beberapa yang telah diproses secara hukum. Antara lain: Hendrawan Haryono (Bank Aspac), David Nusa Widjaja (Bank Servitia), Hendra Rahardja (Bank Harapan Santosa), Sjamsul Nursalim (BDNI), dan Samadikun Hartono (Bank Modern).
Yang jelas, hingga akhir 2002, dari 52 kasus BLBI, baru 20 dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Sedangkan yang sudah dilimpahkan ke pengadilan hanya enam kasus.
Rabu, 29 Februari 2012
Seberapa KAFFAH Islam-mu?
Minggu, 25 September 2011
Negaraku yang penuh dengan Bom Bunuh Diri
Hati tersentak kaget ketika mendengar berita Bom Bunuh Diri di Solo kemarin, 25 September 2011 pada di sebuah gereja di Kota Solo. Teringat lagi kasus yang sama terjadi sebuah mesjid di Kota Cirebon beberapa silam lalu. Mengapa ini sering kali terjadi? Siapa yang kita salahkan dalam hal ini? Patutkah kita menyalahkan pemerintah? Saya rasa dalam hal ini kita semua jangan saling menyalahkan siapapun, terlebih terhadap agama apapun. Tapi lebih memikirkan persatuan kita, bangsa Indonesia.
Bom bunuh diri adalah sebuah implementasi faham yang salah dalam perjuangan suatu kelompok tertentu untuk melampiaskan kemarahan atas ketidakadilan yang mereka rasakan terhadap atas system pemerintahan yang berlaku dalam sebuah Negara, dapat juga dikatakan semacam balas dendam. Tujuan mereka adalah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Akibat dari ini adalah kerusakan dan kematian. Faham ini melenceng dari faham agama, agama apapun. Dan agama manapun tidak membenarkan faham Bom bunuh diri ini. Selama ini bom bunuh diri identik dengan Islam karena sering terjadi di Timur Tengah sana yang mayoritas umat muslim. Mereka mengatakan dengan melakukan bom bunuh diri itu adalah Jihad/Berjuang di jalan Allah, masuk akal tidak? Sementara di Islam Bunuh diri itu saja di haramkan. Jadi sekali lagi jangan kaitkan BOM BUNUH diri dengan AGAMA tertentu khususnya ISLAM.
Mengapa di Indonesia sering terjadi Bom bunuh Diri? Di negara kita ada kelompok-kelompok radikal yang berjuang dengan cara ini, penganut radikalisme, Dapat juga dikatakan kelompok orang-orang yang kecewa/tidak puas terhadap ketidakadilan perlakuan system pemerintahan di Indonesia. Apakah system pemerintahan kita yang dipandang kelompok-kelompok radikal tersebut menjadi penyebab adanya bom bunuh diri? Perlukah dirubah? Dan apakah dengan adanya perubahan sudah tidak adalagi bom bunuh diri? Wallahu’alam bisshawab. Mari sama-sama kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.
Written by : Fanni Mokodongan, Manado, September 26th, 2011.
Senin, 12 September 2011
Ketika...Hilang...
Ketika ujian kehidupan perlahan berlalu, Ketika ku telah merasakan kasih sayang yg telah lama hilang, Ketika cinta memanggil.., Ketika rasa itu datang, Ketika ku mampu melupakan kesedihan, Ketika ku mampu melewati kesendirian.., Kau datang bagaikan anak panah yg melesat lepas dari busurnya... Dan akhirnya...menghilang...
(By: Fani)
Minggu, 14 Agustus 2011
Aku hilang tanpa arah rindu hati sinarMU
Wahai Tuhan aku lemah...hina berlumur noda...
Hapuskanlah....terangilah...jiwa di hitam jalanku
Ampunkanlah aku...terimalah tobatku...
sesungguhnya Engkau Sang Maha Pengampun dosa..
Yaa Rabbi ijinkanlah aku kembali padaMU
meski mungkin takkan sempurna...aku sebagai hambaMU...
(opick)
Hadist Bukhari-Muslim
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa melapangkan suatu kesukaran dunia pada seorang Mukmin maka Allah akan baginya kesukaran hari kiamat. Dan barangsiapa meringankan kemiskinan seorang miskin maka Allah akan meringankan baginya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa menutupi aib orang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tidak berkumpul suatu kaum dalam Baitullah (masjid untuk membaca dan mempelajari kitab Allah melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan dan diliputi rahmat, dikerumuni Malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di depan para Malaikat-Nya. Dan barangsiapa yang lambat amal perbuatannya maka tidak dapat dipercepat oleh nasab (tidak lekas naik derajatnya)."
(Bukhari - Muslim)
🔖 *BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG LEMAH*
🔹 Dalam sebuah hadits yang shohih, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ، فَإِنَّمَا تُرْزَ...
-
Sifat dasar seorang muslim seharusnya adalah Ulil Albab (cerdas). Dia akan mengambil pelajaran serta pengajaran dari apa yang terjadi dala...
-
Seperti kita ketahui kawin sirri itu adalah kawin diam-diam tanpa diketahui oleh banyak orang dan disebut juga kawin dibawah tangan karen t...
-
Hidup selalu sendirian ditengah dunia yang penuh kemaksiatan..harus dihadapi seorang diri oleh akhwat ini.., Alhamdulillah dia selalu dilind...
